Rabu, 07 November 2012

Yuk Berburu Barang Antik

Diversity
Kamis, 01 November 2012 | 01:16:46 WIB


Diversity Palembang
Yuk Berburu Barang Antik!
Yuk Berburu Barang Antik!
DOK
Bagi sebagian orang mungkin barang tua sudah tidak berguna, tetapi tidak bagi pencinta barang antik. Di tangannya barang tersebut makin tua makin mahal harganya. Bagi Anda yang menyukai barang-barang antik, yuk berburu barang antik di Palembang!

Untuk menekuni hobi ini mungkin tidak terlalu sulit, siapa saja bisa menekuni hobi mengoleksi barang-barang antik, yang penting mempunyai kemauan dan perhatian yang lebih terhadap barang tersebut. Bagi seorang kolektor, tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar asal memiliki ketelitian dalam merawat barang. Dengan begitu harga barang-barang antik tersebut bisa dihargai tinggi.

Menurut Muhammad Nasir, salah seorang pencinta barang antik, untuk memburu barang antik itu sangat mengasyikkan, bahkan tidak perlu jauh-jauh keluar kota tetapi di Palembang punya tempatnya sendiri untuk memburu barang antik.

Bagi kolektor pemula tentunya ketelitian sangat dibutuhkan karena biasanya barang tersebut memunyai sifat yang sama sehingga kalau tidak teliti bisa saja mendapat barang duplikat. Ada baiknya sering-sering berkonsultasi dengan senior atau orang lebih dulu mencintai barang antik.

"Di Palembang untuk memburu barang antik ini ada di pasar Cinde, biasanya paling ramai pada hari Sabtu maupun Minggu ataupun pada hari libur lainnnya, atau bisa juga ke tempat komunitasnya," ujar Nasir yang ditemui di pusat kolektornya di Jalan Sekip Bendung Lomba Jaya, Gang Jaya No 1606 RT 25 RW 07 Kelurahan 20 Ilir D-II Kecamatan Kemuning.

Berbagai macam barang yang bisa diburu komunitas barang antik ini mulai dari jam, lampu, kamera, kipas angin, pedang, kompas kapal, hingga peralatan kuningan. Beberapa di antaranya merupakan benda yang telah berusia sangat tua seperti keris buatan 1907 dan keramik porselin Tiongkok berusia 700 tahun.

"Bahkan dari barang-barang tersebut ada yang usianya sudah ratusan tahun, dan biasanya barang seperti ini sangat mahal harganya," jelas dia.

Dituturkan Nasir, awal mula dirinya hanya mengoleksi pringan hitam. Saat ini, koleksi piringan hitamnya mencapai ribuan keping, lengkap dengan pick-up (alat pemutar piringan hitam).

Tak hanya album dari artis lokal, seperti Rhoma Irama, Koes Plus, Lilis Surjani, dan D’Lyod, koleksi piringan hitamnya juga ada artis dan grup band asing seperti ABBA dan Deep Purple.

"Nah, kalau koleksi album lagu Benjamin S, saya punya lengkap 15 volume," timpal dia.

Bagi komunitas ini, memburu barang antik ini tergolong unik dan berbeda dengan hobi-hobi lainnya. Tidak seperti membeli barang baru yang lama-kelamaan harganya semakin turun. "Kalau barang antik, semakin tua harganya semakin naik dan mahal, saat beli awal hanya ratusan ribu rupiah, tetapi ketika dijual bisa mencapai jutaan bergantung kondisi dan usianya," terang pria kelahiran Beringin, Muara Enim, Sumatra Selatan.

Dosen Universitas PGRI Palembang ini juga mengaku menjadi kolektor barang antik bukan saja karena hobi tetapi bisa juga karena investasi karena barang itu bukan saja karena bentuk dan umurnya tetapi juga mengandung nilai ekonomis yang sangat tinggi. Apa saja sih yang menentukan nilai barang antik selain dari umurnya?

Kondisi barang tentu menjadi perhatian tersendiri. Seperti barang porselin keramik berupa piring, mangkuk, atau guci bisa berkurang nilai ekonomisnya jika ada bagian yang rusak atau tidak sempurna seperti gompel atau pecah.

Kelengkapan barang antik juga sangat menentukan. "Semakin lengkap perlengkapan barang antik tadi, tentu semakin bagus," jelas Nasir.

Bahkan, pada momen-momen tertentu, harga barang antik bisa ikut naik. "Jika sedang banyak dicari, tentu harga barang antik tadi juga akan terdongkrak naik. Karena banyak faktor yang memengaruhi maka harga yang dipatok di tingkat harga tertentu," tambah dia.

Walaupun barang antik bisa dibeli, bagi para kolektor tidak semua barang antik didapat dengan membeli, melainkan ada juga yang didapat dengan cara barter atau ditukar dengan barang yang diinginkan.

Melihat nilai ekonomisnya yang begitu tinggi, apakah Anda tertarik untuk ikut berburu barang antik? Jika iya, jangan lupa mampir ke pasar Cinde jika Anda sedang di Palembang. PL/R-4

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/104439

PH LaMA

http://tvrisumsel.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1144%3Akoleksi-ribuan-keping-piringan-hitam-karena-rindu-dengan-lagu-lama&catid=45%3Aberita-terbaru

KOLEKSI RIBUAN KEPING PIRINGAN HITAM KARENA RINDU DENGAN LAGU LAMA

E-mail Print PDF
DPP 00040
PALEMBANG,
Piringan hitam yang sempat menjadi tren pada tahun 60-an ini sudah sangat sulit dicari  namun ternyata masih ada orang yang mau mengoleksi piringan hitam yang mencapai ribuan keping tak hanya piringan hitamnya saja, juga lengkap dengan pick up atau alat pemutar piringan hitamnya dari sedikit orang yang mengkoleksi piringan hitam tersebut ialah muhamad nasir, seorang warga yang tinggal di jalan bali sekip ujung palembang  dijelaskan nasir, ia belum begitu lama mengoleksi piringan hitam yakni baru sejak tahun 2005 yang lalu, alasannya ialah karena ia rindu mendengarkan lagu-lagu lama yang pernah ia dengar kala masih kecil, ia pun mencari di internet namun sayangnya tidak lengkap bahkan diantaranya harus membayar cukup mahal bila mengunduhnya akhirnya ia berinisiatif mencari piringan hitam dan ternyata masih cukup banyak di kota Palembang, salah satunya ialah di kawasan cinde menurut nasir, mendengarkan piringan hitam juga memiliki kesan yang berbeda dibanding melalui vcd atau dvd saat ini  karena seolah benar-benar kembali ke tahun 60 an
Dari ribuan keping koleksi piringan hitam nasir diantaranya ialah lagu rhoma irama, koes plus, rahmat kartolo, dan deep purple  adapula lagu-lagu seniman asli palembang seperti kuda laut terbitan pertamina dan alfian sebiduk di sungai musi  muzhar tvri sumsel dan babel mewartakan

Minggu, 26 Agustus 2012

Radio Telefunken, Caprice

For model Caprice 7041W, Telefunken Deutschland (TFK) Country: Germany Manufacturer/Brand: Telefunken Deutschland (TFK) Year: 1960 Type: Radio - or past WW2 tuner Valves / Tubes 4: ECH81 EF89 EBC91 EL95 Principle Super-Heterodyne (Super in general) Wave bands Broadcast plus 2 Short Wave bands. Details Power type and voltage Alternating Current supply (AC) / 220 Volt Loudspeaker Permanent Magnet Dynamic (PDyn) Loudspeaker (moving coil) Power out from Radiomuseum.org Model: Caprice 7041W - Telefunken Deutschland TFK Material Modern plastics (no Bakelite or Catalin) Shape Tablemodel with Push Buttons. Dimensions (WHD) 330 x 220 x 180 mm / 13 x 8.7 x 7.1 inch Notes Exportmodell.

Senin, 20 Agustus 2012

Andy Williams, Alone Again (Naturally)



Andy Williams, Alone Again (Naturally)

Side 1
Pice of April
Day By Day
Where Is The Love
If  I Could Go Back
I Need You

Side 2
Alone Again (Naturally)
The First Time Ever
Song Sung Blue
How Lovin Man
The Long and Windng Road
Amazing Grace

Paul Mauriat: Somewhere My Love


Paul Mauriat
Somewhere My Love






Side 1
Somewhere My Love
Winchester Cathedral
U Homme et Une Femme
Black is Black
Love me, Please Love me
Guantanamera

Side 2
Reach Out I’ll Be There
En Bandouliere
Sunny
J”ai Peur
Celine
Is paris Burning
Philips, 840 580 PY

Ronie Aldrich: Come To Where The Loves Is

 
Ronie Aldrich
Two Piano With The London Festival Orchestra and Chorus
Come To Where The Loves Is

Side 1
Love Theme From The Godfather
Alone Again (Naturally)
Song Sung Blue
The Imposible Dream
Popcorn
Where is the Love

Side 2
Theme From Lost Horizon
The Candy man
Without You
Come To Where The Love Is
Breaking up is Hard To do
Jenny’s Theme
Decca

Paul Simon and Art Garfunkel



Paul Simon and Art Garfunkel

Side 1
Home Ward Bound
Bridge Over Troubled Water
Kathys Song
El Condor Pasa
Bookends
Cecilia
Somewhere They Can’t Find Me
America

Side B
Mrs Robinson
For Emily Whenever I May Find Her
The Boxer
The 59 th Street Bridge Song
The Sound of Silence
I Am a Rock
Scarborough Fair Canticle
A Hazy Shade of Winter

CBS Record

World Hits Vol 8


World Hits

Side 1
Fly Robin Fly (Silver Convention)
A Glass of Champagne (Sailor)
Boogie Shoes (KC and the Sunshine Band)
Who Loves You (Four Seasons)
Love Machine (The Miracles)
Do The Bus Stop (The Fat Back Band)
You Got It I Want It (BT Express)


Side 2
Mama Mia (ABBA)
Save Me (Silver Convention)
Change With The Times (Van Mccoy)
Sky Hight (Jigsaw)
Are For Arts Sake (10 CC)
Don’t Cry Joni (Conway Twetty)
Levi’s Walkin Proud (Vocal)
What makes you Hapy (KC and the Sunshine Band)

Minggu, 19 Agustus 2012

Various Artist, World Hits Vol 7



Side 1
Fattie Bum Bum (Carl Malcom)
SOS (abba)
Island Girls (Elton john)
You Sexy Thing (hot Chocolate)
That’s The Way (KC and The Sunshine Band)
Thre Goes My First Love (The Drifters)
I’m Sorry (John Denver)
Gimme My Mule (Commodores)

Side 2
Love is a drug (Roxy Music)
Una Paloma Blanca (George Baker)
I’m On Fire ( 5000 volts)
Space Oddity (David Bowie)
I Ain’t Lyin (George Mccrae)
Fellings (Morris Albert)
The Disco Kid (Van Mccoy)
I do, I do, I do (abba)

Jackie JK 9

Selasa, 14 Agustus 2012

Wenn die Elisabeth mit James Last

Wenn die Elisabeth mit James Last

Agnes Chan, Will The Circle Game be Unbroken

Agnes Chan Will The Circle Game be Unbroken
Side 1 Circle Game Sweet Dreams You’ve Got a Friend Rose Garden For All We Know Side 2 Nobody Child Turn Around Devoted You Day is Done Colours Will The Circle Be Unbroken

The Very Best Of James Last

The Very Best Of James Last Side 1 Games That Lovers Play Te In Crowd Happy Heart Aquarius Lara’s Theme American Patrol Side 1 That’s Life Toreadors March Guantanamera Happy Music A Left My Heart In San Fransisco The Last Walts Polydor

The New Seekers, Farewell Album

Side 1 Sing Hallelujah Inspiration All I Wanna Do Everybody Song Somebody Warm Like Me Old Fashioned Song Side 2 All Pull Together Kind of World Love and Sunshine Perfect love I Wanna Be The Star of The Show Sad Song Oh My Joe Polydor 2383 293 Super

Agnes Chan (A New Beginning) Original (I)

The Songs From Generation Gap
Side 1 Top of The World Circle Frank Mills Love Minus Zero, No Limit Mother of Mine Original I Side 2 You Are, I am 16 Everyone’s Gone To The Moon When There’s No Love Left Can That Girl Be Me Never Ending Song of Love Me and You an a Dog Named Boo

James Last Nonstop Dancing 1974 ed 2

Side 1 Do You Wanna Dance Who Ever Told You Devil Gate Drive Shady Lady Du Kannst Nicht immer siebzehn sein Spaniens Gitarren The Air That I Breathe Seasons in the Sun Jet My Coo Ca Choo The Locomotion Tsop Side B Thius Flight Tonight Teenage Rampage Waterico Juanita Hooked on The Feeling Oh My My Best Thing That Ever Happened To Me Living For The City Tiger Feet Radar Love Jesus Loves YouDan The Banjo Man Exodus Polydor 2371 1497
James Last NonStop Dancing 1974 ed 1
Side 1 1. You Want To dance, I’m The Leader of The Gang, Saturday Nights Alright for Fighting 2. Say has Anybody Seen My Sweet Gypsy Rose, Top Of The Wolrd, Alright-Alright-alright 3. Goodbye Yellow, Brick Road, Anggie 4. 49 Crash, Skweeze Me-Please Me, Can The Can 5. Fellig Stronger Every Day, Heart Beat It’s Love Beat, Rubber Bullets Side 2 1. Ballroom Blitz, My Friend Stan, Photograph 2. Ooh Baby, Higer Ground, We’re An American Band 3. Touch Me in The Morning, Knockin on Heaven Door 4. Brother Louis, The Free Electric Band, Half Breed 5. Joy To The World, Hot Love Polydor

Ladi Geisler Viva Guitarra

Ladi Geisler Viva Guitarra Side 1 Java (A Tousaint) Tahiti (de Codo) Fiesta (Samuel/Whitcup) Julissa (K Phillips) Jacinto (H Kurata) Pepe (H Wittstatt) Side 2 El Condor Pasa ( D Robles) Caballero Ole (Rasch/Geisler) Begin The Beguine (C Porter) Guitar Tango (Maine/Liferman) La Machiche (Trad/arr Geisler) Malaguena Salarosa (Trad/arr Geisler) Polydor stereo 2371 152

Wanda Jackson Salutes ph

Wanda Jackson Salutes
The Country Music Hall of Fame With Song made famous by the immortals of country music Side 1 Jambalaya (Hank Williams) Try Me One More Time (Ernest Tubb) There’s A New Moon Over My Shoulder (Tex Ritter) Blue Yodel no 6 (Jimmie Rodgers) Fire Ball Mail (Roy Acuff) Let’s Say Goodbye Like We Said Hello (Ernest Tubb) Side 2 Jealous Heart (Tex Ritter) The Gre at Speckled Bird (Roy Acuff) The Soldier’s Last Letter (Ernest Tubb) You Win Again (Hank William) Wabash Cannon Ball (Roy Acuff) Tuck Away My Lonesome Blues (Jimmie Rodgers) EMI Record, Regal

Helen Reddy’s Greatest Hits

Side 1 I Am Woman I Don‘t Know How To Love Leave Me Alone Delta Dawn You and Me Against The World Side 2 Angie Baby Emotion Keep of Singing Peaceful Ain’t No Way Tp Treat A Lady EMI Record, Capitol

Theme From Love Story Billy Vaughn

Side 1 Theme from Love Story Close To You Evil Ways Let It Be Side 2 We’ve Only Just Begun Cracklin’ Rosie Overtune from Tommy Joane Rootflops of Tokyo Look What They’re Done to My Song Ma Paramount Records

Olivia Newton John, Have You Never Been Mellow

Olivia Newton John Have You Never Been Mellow Side 1 Have You Never been Mellow Loving Arms Lifestream Goodbye Again Water under The Bridge I Never Did Sing You A Love Song Side 2 It’s so Easy The Air That I Breathe Follow Me And In The Morning Please Mr Please I Honestly Love You EMI Studios, Abbey Road, London

James Last, Non Stop 19 Dancing

James Last Non Stop 19 Dancing Side 1 Under The Moon of Love Living Next Door to Alice Livin’ Thing Da Doo Ron Ron African man Blinded By The Ligt Love Me I’m In Love Night and Day If You Leave me Now Knowing me, Knowing You Side 2 Music Train Don’t Leave Me This Way Hey baby Get It Down I’m Your Boogie Man Car Wash Far Away Boogie Night Tom’s Bridge What Can I Say Sing a Song Sunny Polydor Super 2371 786

Plays The Theme From Love Story

Ronnie Aldrich, and his two piano with The London Festival Orchestra Plays The Theme From Love Story Side 1 It’s Imposible (Manzanero) (I Never Promised You A) Rose Garden (South) My Sweet Lord (Harrison) Mr. Bojangles (Walker) Woodstock (Mitchell) I Think I Love You (Romeo) Side B Amazing Grace (Trad arr Aldrich) What Is Life (Harrison) Love Story (Lai) Candida (Wine, Levine) El Condor Pasa (Aldrich) Togetehrness (Aldrich)

Rabu, 18 Juli 2012

Walhi: Pembakaran Lahan PTPN VII, Skenario Sudutkan Warga




Walhi: Pembakaran Lahan PTPN VII, Skenario Sudutkan Warga



Palembang, Sinar Harapan

Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat menduga, di balik persoalan ini ada skenario khusus yang diciptakan pihak PTPN VII untuk menyudutkan warga yang berjuang mendapatkan lahannya. 

Untuk itu, pihaknya mendesak pihak kepolisian segera menyelidiki provokator yang menimbulkan kericuhan, dan mendesak kepolisian segera membebaskan warga yang ditahan. Pihaknya juga mengutuk Kementerian BUMN dan PTPN VII yang tidak memiliki komitmen untuk menyelesaikan konflik agraria yang makin meruncing.

“Masalah ini terus meruncing setelah tidak adanya jalan keluar dari proses mediasi penyelesaian konflik agraria antara warga dengan pihak PTPN VII di kantor Kementerian BUMN, Senin (16/7) lalu, di Jakarta,” kata Anwar Sadat Kamis (19/7)


Kapolres OI, AKBP Deni Dharmapala menyatakan ratusan personel kepolisian di back up aparat Polda Sumsel, sampai saat ini masih bersiaga di sekitar lokasi PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis, guna mencegah aksi lanjutan terjadi.

“Saat ini kondisi di lapangan di sekitar PTPN mulai kondusif. Tapi, kami tetap antisipasi dengan menyiagakan personel di lapangan.Kami harapkan warga tetap tenang dan tidak melakukan aksi yang menjurus ke tindakan anarkistis yang dapat merugikan semua pihak,”
imbaunya.

Sebelumnya, aksi warga yang menuntut lahan PTPN VII yang telah habis HGU-nya  melakukan pembakaran lahan perkebunan tebu milik PTPN VII.

Kecam Pemukulan Anggota DPRD

Dalam penanganan aksi masa, pihak kepolisian diketahui melakukan penangkapan dan tindakan refresif terhadap  anggota DPRD Sumsel, Rusdi Tahar.

Atas aksi ini, Koordinator Independent Police Watch (IPW) Sumsel, Shofuansyah mengecam tindakan ini. Menurut Shofuansyah, informasi yang mereka terima, pengamanan pihak kepolisian dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumatera Selatan Brigjend Pol M Zulkarnain, SH yang juga didampingi Kapolres Ogan Ilir (OI) beserta 400 anggota personil Brimob yang diturunkan dalam rangka pengamanan di Areal Perkebunan Tebu milik PTPN VII.

“Saat itu terjadi Insiden yang memalukan institusi Kepolisian yang mengakibatkan beberapa orang warga menjadi korban akibat tindakan represif aparat Kepolisian dalam menghadapi aksi massa Warga Cinta Manis, Ogan Ilir (OI). Salah satu di antaranya yang menjadi korban pemukulan oleh aparat Kepolisian adalah Rusdi Tahar yang semula akan meninjau lokasi, dan mencoba melakukan mediasi konflik antara warga dengan aparat kepolisian. Justru mendapat perbuatan tidak menyenangkan saat berada di tengah-tengah kerumunan massa,” paparnya.

Berdasarkan fakta-fakta diatas, IPW Sumatera Selatan menyatakan bahwa  insiden Pemukulan yang polisi kepada beberapa warga Cinta Manis, dan Salah satu korbannya adalah Anggota DPRD Sumatera Selatan Rusdi Tahar merupakan tindakan represif yang berlebihan oleh Aparat Kepolisian, serta tindakan yang sewenang-wenang.

“Aksi ini diduga telah menyalahi Prosedur Pengamanan terhadap Aksi massa, yang seharusnya dilakukan dahulu dengan tindakan prefentif sebagai bentuk profesionalitas pengamanan terhadap Masyarakat. Karenanya, kami mengecam  keras tindakan pemukulan dan ketidakprofesionalan aparat kepolisian dalam menjalankan tugas pada tragedi kerusuhan terkait Kasus sengketa antara warga Cinta Manis dengan PTPN VII,” jelasnya.
Untuk itu, Shofuansyah meminta kepada Kapolda Sumatera Selatan beserta segenap jajarannya untuk bertanggung jawab dan melakukan tindakan tegas (sanksi hukuman) terhadap oknum anggota kepolisian yang melakukan tindak kekerasan dan pelanggaran HAM di Lokasi Kejadian.


Hal yang sama dikemukakan Ketua Komisi IV DRPD Sumsel, Edward Jaya. Politisi Golkar ini menyatakan rasa simpati terhadap apa yang terjadi pada Rusdi Tahar.

Bahkan,Edward berharap kepada polisi sebagai penegak hukum, untuk tidak main hakim sendiri. “Kami minta Kapolda untuk memberi sanksi kepada bawahannya yang tidak taat hukum,” tegasnya.

 Rasa simpati juga datang dari Ketua Komisi V DPRD Sumsel,MF Ridho,yang sangat mengecam aksi anarkistis yang tercipta di lokasi. 

Seharusnya semua pihak bisa menahan diri, terlebih lagi pihak kepolisian punya prosedur penanggulangan bentrok. “Seharusnya kondisi ini tidak boleh terjadi,apa lagi sudah ada standar operasi.Yang anehnya lagi kenapa ada oknum dewan yang ditangkap.Padahal, kita tahu saudara Tahar memang sangat konsisten memperjuangkan hak masyarakat di Dapilnya.
Apa lagi dewan punya hak imunitas dan dilindungi undang-undang, sehingga ia diperbolehkan mengelurkan statmen atau bentuk perlindungan selama masih dalam wewenangnya,” ungkap Ridho. 

Terpisah, Rusdi Tahar sendiri menceritakan, bahwa kehadiran dirinya di tengah massa merupakan bentuk kepeduliannya untuk menenangkan warga yang beringas. Bahkan, sebelum kejadian,dia menerima informasi dari masyarakat, bahwa tengah terjadi keributan di lokasi (PTPN VII).

“Sekitar pukul 11.00 WIB sebelum kejadian bentrok saya juga dihubungi pihak kepolisian dengan tujuan meminta bantuan untuk menenangkan massa.Namun, karena saat dihubungi saya tengah mengikuti agenda kunjungan Komisi IV melihat kesiapan jalur mudik Jalintim, lantas saya menunda untuk melihat kondisi di lapangan. Sampai akhirnya,sekitar pukul 14.00 WIB saya dihubungi oleh Dandrem dengan harapan yang sama, yakni meminta saya hadir dan menenangkan massa,”urainya.

Karena merasa daerah OI masuk dalam Dapilnya, akhirnya dia bergerak ke lokasi kejadian, dengan ditemani dua orang rekannya. “Alhamdulillah setelah saya datang massa kembali tenang. Tetapi, tak lama setelah itu pasukan pengamanan datang lebih banyak dan menyusup. Setelah itu,saya sudah berada di tengah massa dan terkepung. Dua orang bersama saya sudah dipukuli, begitu juga saya,” ungkapnya.

Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova, menegaskan, saat kejadian bentrok, aparat kepolisian baik dari Polres OI dan Polda Sumsel yang bertugas di lapangan, sudah menjalankan tugas sesuai prosedur berlaku. ”Anggota di sana tentunya terus memantau, baik yang berpakaian preman atau dinas. (sir)





Minggu, 08 Juli 2012

kamera rolleiflex







Kamera Antik Merek 
Rolleiflex 2.8 fx
        Buatan tahun 1945-1955.
Koleksi Sendiri :
Masih lengkap. Mekanik masih berjalan baik .


Antique Camera Brand
Rolleiflex 2.8 fx
         Made in the year 1945-1955.
Collection Own:
Still complete with mechanics are still going well.





Sebuah Legenda Fotografi Fotografi memiliki legenda nya. Salah satunya adalah diragukan lagi Rolleiflex kembar-lensa untuk 6x6cm. Ketika pertama kali diperkenalkan pada tahun 1929, gaya ini kamera sudah sensasi dan prinsip di balik itu adalah langkah nyata dari jenius. The Rolleiflex adalah untuk memiliki pengaruh yang menentukan sejarah fotografi selama dekade berikutnya. Dimanapun beberapa peristiwa yang terjadi untuk menentukan perjalanan sejarah, seseorang menangkap pada film menggunakan Rollei.
Inilah sebabnya mengapa penggemar kamera refleks lensa kembar dan profesional atas telah berulang kali meminta Rollei untuk melanjutkan desain kamera klasik - tapi dengan semua ditambah keuntungan dari teknologi modern. Hasilnya adalah Rolleiflex 2.8 FX, desain kembar-lensa klasik dengan fitur paparan dari kamera Rolleiflex modern otomatis.
Format 6x6 Banyak fotografer lebih suka format 6x6. Hal ini memungkinkan bagian dari gambar yang akan kemudian diperbesar dalam format horizontal atau vertikal tanpa perlu memiliki orientasi gambar tetap benar dari awal. 6x6 memiliki lebih dari 4x bidang 35mm.
The melelahkan "terhadap-mata-" jendela bidik telah disingkirkan dan dengan itu perasaan pasti bahwa beberapa rincian bisa saja terlewatkan di bidang gambar kecil. Gambar terang besar di kaca-tanah fokus layar memberikan fotografer rasa bagian dari adegan dan kesempatan lebih besar untuk mewujudkan / nya ide-ide kreatif. Format yang lebih besar juga memastikan resolusi unggul untuk rincian yang juga berharga selama proyeksi slide.